Fakultas Hukum Unila Berencana Buka S2 Magister Kenotariatan

Pengambilan KTM
3 November 2018
Update Data Siakad
4 December 2018
Show all

Fakultas Hukum Unila Berencana Buka S2 Magister Kenotariatan

Fakultas Hukum Universitas Lampung berencana membuka Program Pascasarjana (S2) Magister Kenotariatan. Alasan membuka, karena melihat tingginya keinginan masyarakat dalam melanjutkan program tersebut.

Dekan Fakultas Hukum Unila, Maroni mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim untuk penyelesaian administrasi persyaratan pembukaan Magister Kenotariatan dan akan disampaikan ke Kemenristek Dikti. Dia mengatakan, administrasi yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan perkembangan saat ini.

“Usulan Magister Kenotariatan sebenarnya sudah pernah kami usulkan beberapa tahun lalu bersamaan dengan Program Doktor (S3) Hukum. Namun disetujui baru S3-nya. Membuka Magister Kenotariatan merupakan amanah Dekan sebelumnya (Armen Yasir),” ujar dia kepada lampost.co, Sabtu (24/11/2018).

Keinginan membuka Magister Kenotariatan, menurut dia karena melihat tingginya keinginan masyarakat dan alumni Fakultas Hukum Unila. Selama ini, menurutnya, masyarakat dalam melanjutkan pada program tersebut ke perguruan tinggi di pulau Jawa atau ke Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan.

“Kalau melihat keinginan masyarakat sangat luar biasa ingin melanjutkan Magister Kenotariatan itu. Tetapi di Lampung sendiri belum ada yang membukanya. Makanya kami ingin mendorongnya, agar masyarakat tidak perlu jauh dalam melanjutkan pendidikan program itu,” kata dia.

Maroni mengatakan, keinginan membuka Magister Kenotariatan juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unila yang juga Jaksa Agung RI, M Prasetyo. Bahkan menurutnya, M Prasetyo meminta segera dapat diusulkan.

“Dukungan membuka Magister Kenotariatan juga disampaikan Ketum IKA Unila M Prasetyo saat beliau berkunjung ke Fakultas Hukum beberapa waktu lalu. Mumpung beliau sedang menjabat di pusat, ini merupakan peluang bagi kami untuk mengusulkan,” ujar Maroni.

Dia mengatakan, sarana prasarana pendidikan dan sumber daya manusia dalam pembentukan S2 Magister Kenotariatan telah memenuhi syarat. Dari 95 dosen dimiliki Fakultas Hukum, menurut dia terdapat sejumlah guru besar dan 24 dosen telah bergelar Doktor.

“Syarat membuka S2 hanya membutuhkan 6 dosen bergelar Doktor, sedangkan kami sudah melebihi itu. Belum lagi ada 14 dosen sedang menempuh pendidikan S3, kalau di gabung nantinya dosen bergelar Doktor hampir 50 persen dari jumlah dosen yang ada,” kata dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X