Di Masjid At-Taubah, FH Unila Perkuat Akhlak dan Integritas Sivitas Akademika Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

27/08/2026 | Agit | 0

Bandar Lampung (27/08/2026)– Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah FH Unila, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Menguatkan Civitas Akademika yang Bersaudara, Berilmu, Berakhlak, dan Berintegritas.”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri oleh Dekan FH Unila Dr. M. Fakih, S.H., M.S.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Rudi Natamihardja, S.H., DEA.; para dosen; tenaga kependidikan; pengurus Masjid At-Taubah; serta mahasiswa di lingkungan FH Unila.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ja’far Nursiddiq dari Pondok Pesantren Dewan Dakwah Lampung, Kemiling, Bandar Lampung. Ayat yang dibacakan berasal dari Surah Al-Ahzab ayat 37–43, yang antara lain menerangkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah, penutup para nabi, serta perintah kepada orang-orang beriman untuk senantiasa mengingat dan bertasbih kepada Allah.

Dalam sambutannya, Dekan FH Unila menyampaikan bahwa cuaca cerah yang menyertai pelaksanaan kegiatan menghadirkan suasana penuh rasa syukur dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Hari ini merupakan hari yang cerah, secerah kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Dekan.

Dekan menjelaskan bahwa Masjid At-Taubah FH Unila telah dibangun sekitar sepuluh tahun lalu dan dalam perkembangannya jumlah jamaah yang memanfaatkan masjid tersebut terus bertambah. Kondisi itu menunjukkan bahwa masjid memiliki peran penting dalam kehidupan sivitas akademika, baik sebagai tempat pelaksanaan ibadah maupun sebagai pusat pembinaan rohani dan kebersamaan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, lanjut Dekan, hendaknya dijadikan momentum untuk memperkuat akhlak sivitas akademika FH Unila dengan meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW, yaitu siddiq atau benar dan jujur, amanah atau dapat dipercaya, fatanah atau cerdas, serta tabligh atau mampu menyampaikan kebenaran.

Dekan juga menyinggung tingginya animo masyarakat terhadap FH Unila dalam beberapa tahun terakhir. Kepercayaan tersebut perlu dijaga melalui penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang pintar dan cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak serta integritas.

Ia berharap para mahasiswa tidak semata-mata datang ke perguruan tinggi untuk mengejar kecerdasan dan capaian akademik. Mahasiswa juga perlu membentuk karakter dan membiasakan diri mengikuti sifat serta perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taubah FH Unila, Dr. Ahmad Zazili, S.H., M.H., mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Menurutnya, upaya memakmurkan masjid tidak terbatas pada pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga dapat dilakukan dengan menghidupkan kegiatan pendidikan, pembinaan keagamaan, dan penguatan persaudaraan.

Ia berharap Masjid At-Taubah tidak hanya dipergunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang pembelajaran dan pusat pembangunan peradaban Islam di lingkungan FH Unila. Dengan demikian, keberadaan masjid dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembentukan karakter dan kehidupan akademik sivitas fakultas.

Ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh Ustaz Al Hafiz Ridwan Said. Dalam ceramahnya, ia mengisahkan perjalanan kehidupan keluarga Nabi Muhammad SAW sebelum kelahiran Rasulullah, termasuk riwayat nazar Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW.

Ustaz Ridwan Said menceritakan bahwa ketika menggali kembali sumur Zamzam, Abdul Muthalib hanya ditemani oleh seorang putra. Dalam keadaan tersebut, Abdul Muthalib bernazar bahwa apabila dikaruniai sepuluh orang putra yang telah dewasa dan mampu melindunginya, salah seorang di antara mereka akan dikurbankan.

Setelah jumlah putranya mencapai sepuluh orang, dilakukan pengundian untuk menentukan putra yang akan dikurbankan. Undian tersebut jatuh kepada Abdullah, putra yang sangat disayangi Abdul Muthalib dan kelak menjadi ayah Nabi Muhammad SAW. Rencana pengurbanan itu mendapatkan penolakan dari kaum Quraisy karena dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang diikuti oleh masyarakat.

Sebagai jalan keluar, dilakukan pengundian antara Abdullah dan sepuluh ekor unta. Setiap kali undian masih jatuh kepada Abdullah, jumlah unta ditambah sepuluh ekor. Proses tersebut berlangsung hingga jumlahnya mencapai seratus ekor unta dan undian akhirnya jatuh kepada unta. Abdul Muthalib kemudian menyembelih seratus ekor unta tersebut, sedangkan Abdullah diselamatkan.

Melalui kisah tersebut, jamaah diajak memahami rangkaian sejarah yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengambil pelajaran tentang pengorbanan, ketaatan, kasih sayang, dan kebesaran kehendak Allah. Ceramah juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui kesungguhan dalam meneladani akhlak dan menjalankan ajarannya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, FH Unila berharap nilai kejujuran, tanggung jawab, kecerdasan, kepedulian, dan integritas semakin tertanam dalam kehidupan seluruh sivitas akademika.

Peringatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FH Unila untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keagamaan, persaudaraan, akhlak, dan integritas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tautan External

Jurnal

Referensi

Faculty of Law
University of Lampung

Jln. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung, Indonesia 35145|
Telp :
FAX :
Email: [email protected]

en_USEnglish