Salatiga, 7 Juli 2026 — Bandar Lampung, 8 Juli 2026
Prestasi membanggakan tingkat nasional kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung. Delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) Mahkamah sukses menorehkan tinta emas dengan merebut gelar Juara 1 dalam ajang simulasi diplomasi internasional bergengsi, International Youth United Nations 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga pada Senin, 7 Juli 2026 ini mengangkat isu kemanusiaan global yang sedang menjadi sorotan dunia, yaitu “Gaza dan Pembentukan Board of Peace” .
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kapasitas mahasiswa hukum Unila dalam memahami, menganalisis, dan merumuskan solusi atas problematika hukum internasional dan perdamaian dunia. Tim delegasi FH Unila yang terdiri dari tiga delegasi inti dan satu official tampil solid, kritis, dan solutif sepanjang rangkaian perlombaan, sehingga berhasil menyisihkan delegasi-delegasi kuat dari berbagai universitas ternama di tanah air.
Adapun para mahasiswi yang menjadi ujung tombak kemenangan ini adalah:
Mereka didampingi dan dipandu oleh official tim, Pran Patih Alkholidi (NPM 2412011344), yang berperan vital dalam memastikan kesiapan strategi, mental, dan logistik delegasi selama kompetisi berlangsung.
Mengurai Kompleksitas Gaza dalam Bingkai Diplomasi
Tema lomba yang diangkat, “Gaza dan Pembentukan Board of Peace”, bukanlah tema yang ringan. Para peserta ditantang untuk menempatkan diri sebagai diplomat muda dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa simulasi, yang harus merespons krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza. Delegasi FH Unila dihadapkan pada tugas berat untuk merancang kerangka kelembagaan perdamaian yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif, dengan mempertimbangkan dimensi hukum humaniter internasional, politik global, dan hak asasi manusia.
Dalam presentasi dan sesi debat, delegasi FH Unila dinilai berhasil menyajikan gagasan brilian mengenai pembentukan Board of Peace sebagai mekanisme transisi yang melibatkan multi-pihak, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kedaulatan negara dan perlindungan warga sipil. Argumentasi hukum yang tajam, penguasaan riset yang mendalam, serta kemampuan retorika dan negosiasi yang mumpuni menjadi kunci kemenangan mereka. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap orisinalitas gagasan serta kemampuan tim dalam mengelola dinamika forum yang sangat menyerupai sidang PBB sesungguhnya.
Proses Panjang di Balik Podium Juara
Kemenangan ini bukanlah hasil instan. Jauh hari sebelum perlombaan, tim telah menjalani serangkaian persiapan intensif. Mulai dari kajian mendalam terhadap konflik Israel-Palestina, studi komparatif misi-misi perdamaian PBB sebelumnya, hingga simulasi internal yang ketat. Bimbingan teknis dari para alumni dan pembina UKM-F Mahkamah turut mengasah kemampuan legal drafting dan public speaking para delegasi.
“Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan. Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan dukungan seluruh keluarga besar FH Unila. Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari para dosen dan pembina yang telah mencurahkan ilmu dan waktunya. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berani tampil dan menyuarakan gagasan di panggung yang lebih luas,” ungkap perwakilan delegasi dengan penuh haru dan syukur.
Mengharumkan Nama FH Unila di Kancah Nasional
Prestasi ini semakin mengukuhkan eksistensi UKM-F Mahkamah sebagai salah satu lumbung talenta mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul dalam bidang peradilan semu dan debat hukum, tetapi juga dalam diplomasi dan kajian strategis internasional. Keberhasilan menaklukkan tema yang sangat relevan dan sensitif ini menunjukkan bahwa mahasiswa FH Unila memiliki kepekaan global dan kapasitas intelektual untuk berkontribusi dalam diskursus perdamaian dunia.
Pihak fakultas menyambut gembira dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini. “Kami sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan tim UKM-F Mahkamah. Semoga kemenangan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater. Fakultas akan terus mendukung penuh setiap kegiatan positif yang mendorong peningkatan kualitas akademik dan non-akademik mahasiswa,” ujar salah satu pimpinan fakultas.
Kemenangan di Salatiga ini menjadi kado istimewa bagi FH Unila di tahun 2026 dan diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi UKM-F Mahkamah untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di kompetisi-kompetisi internasional berikutnya. Sekali lagi, selamat kepada delegasi UKM-F Mahkamah! Teruslah berjuang, jadilah agen perubahan, dan wujudkan perdamaian lewat gagasan dan karya nyata.

Jln. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedong Meneng Bandar Lampung, Indonesia 35145|
Telp :
FAX :
Email: [email protected]
Leave a Comment