Bandar Lampung (2 Juli 2026)– Sebanyak 73 tenaga kependidikan (Tendik) Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) mengikuti kegiatan Program Pemetaan dan Penguatan Work Engagement yang diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan keterikatan emosional, mental, dan fisik pegawai terhadap pekerjaannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan profesional dari CV Raya Diri Akademi, lembaga yang bergerak di bidang psikologi, konsultasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Program ini bertujuan memetakan tingkat Work Engagement tenaga kependidikan sekaligus memperkuat komitmen mereka terhadap pekerjaan. Pemetaan tersebut dinilai penting karena mampu membantu organisasi menekan angka pergantian pegawai (turnover), meminimalkan tingkat absensi, serta mendorong tumbuhnya antusiasme, inisiatif, dan produktivitas di lingkungan kerja.
Pimpinan Hukum Universitas Lampung menilai bahwa tenaga kependidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pelayanan akademik dan administrasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kondisi psikologis, motivasi, dan tingkat keterikatan mereka terhadap pekerjaan menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi.
Kegiatan dilaksanakan dengan membagi 73 peserta ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh seorang psikolog yang memfasilitasi diskusi, pengisian instrumen pemetaan, serta sesi refleksi. Metode yang digunakan mengacu pada tiga indikator utama work engagement, yaitu Vigor (semangat dan energi dalam bekerja), Dedication (dedikasi dan rasa bangga terhadap pekerjaan), serta Absorption (kemampuan untuk fokus dan menikmati pekerjaan hingga merasa waktu berlalu begitu cepat).
Pada awal kegiatan, sebagian peserta mengaku sempat merasa pesimis dan menganggap kegiatan tersebut akan berlangsung secara formal serta membosankan. Namun, suasana berubah ketika sesi diskusi dimulai. Para peserta tampak aktif berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan yang dihadapi, serta memberikan berbagai masukan mengenai lingkungan kerja yang mereka harapkan.
Selain mengukur tingkat engagement, para psikolog juga menggali berbagai faktor yang memengaruhi semangat kerja peserta, mulai dari ketersediaan fasilitas kerja, pola komunikasi dengan atasan, kesempatan pengembangan karier, hingga budaya kerja di lingkungan fakultas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi akar persoalan sekaligus menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran.
Salah seorang peserta, Eka, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya berpikir kegiatan ini hanya sebatas mengisi kuesioner. Ternyata kami diajak berdiskusi secara terbuka mengenai apa yang kami rasakan selama bekerja. Saya merasa didengar dan menyadari bahwa semangat kerja tidak hanya berasal dari diri sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang positif,” ujarnya.
Peserta lainnya, Deni Irawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh tenaga kependidikan.
“Kami bisa menyampaikan kendala yang selama ini mungkin belum pernah disampaikan secara langsung. Yang menarik, kami juga diajak mencari solusi bersama, bukan hanya membahas masalahnya. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala,” katanya.
Sementara itu, Tansri Adzlan Syah, M.PSI., PSIKOLOG dari CV Raya Diri Akademik menjelaskan bahwa Work Engagement bukan sekadar kepuasan kerja, melainkan kondisi ketika seseorang memiliki energi, dedikasi, dan keterlibatan penuh terhadap pekerjaannya.
“Kami melihat antusiasme peserta sangat baik. Banyak yang awalnya ragu untuk berbicara, namun setelah suasana diskusi terbangun, mereka mampu mengungkapkan pengalaman, tantangan, bahkan harapan terhadap organisasi. Informasi ini sangat berharga sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil pemetaan nantinya tidak hanya menjadi data statistik, tetapi juga akan menjadi bahan rekomendasi bagi pimpinan dalam menyusun kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis, komunikasi organisasi, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan.
Melalui Program Pemetaan dan Penguatan Work Engagement ini, Fakultas Hukum Universitas Lampung berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, kolaboratif, dan produktif. Dengan meningkatnya keterikatan tenaga kependidikan terhadap pekerjaan, kualitas pelayanan kepada sivitas akademika pun diharapkan semakin optimal sehingga mendukung pencapaian visi Fakultas Hukum Universitas Lampung sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul.(AH)





Tinggalkan Komentar